Minggu, 17 Oktober 2010

PENGERTIAN MANAJEMEN

universitas gunadarma
PENGERTIAN MANAJEMEN


§  Arti dan Fungsi Manajemen

Definisi tentang manajemen yang dikemukakan oleh para ahli seperti Fayol, Terry, Taylor adalah berbeda-beda, tetapi pada pokoknya semua ini mempunyai pengertian yang sama.
      Berikut ini dikemukakan definisi tentang manajemen yang diberikan oleh Profesor Oei Liang Lee.
Manajemen adalah ilmu dan seni merancanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan, serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu :
1.  Perencanaan
2.  Pengorganisasian
3.  Pengarahan
4.  Pengkoordinasian
5.  Pengawasan

Kelima macam fungsi manajemen ini sangat penting di dalam menjalankan semua kegiatan. Semua ini dimaksudkan agar kegiatan apapun yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lembaga tentu  mempunyai tujuan ; dan untuk mencapai tujuan tersebut perlulah dibuat perencanaan terlebih dahulu. Secara garis besar, perencanaan ini menggambarkan tentang:
a.       Apa
b.      Bagaimana
c.       Mengapa dan
d.      Kapan akan dilakukan


§          Jenjang Manajemen

Perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai paling sedikit tiga jenjang manajemen. Ketiga jenjang tersebut adalah : (1) manajemen puncak atau manajemen eksekutif, (2) manajemen madya atau manajemen administrative, dan (3) manajemen operasional atau manajemen supervisiori.
      
  1. Manajemen Puncak
Jenjang tertinggi adalah manajemen puncak. Manajemen puncak bertugas menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting tentang hal-hal seperti penggabungan (merger), produk baru, dan pengetahuan saham.


b.      Manajemen Madya
Jenhjang berikutnya dalam piramida manajemen madya.Para manajer ini mempunyai tanggung jawab dalam penyusunan rencana operasi yang melaksanakan rencana-rencana umum dari manajer puncak.

c.       Manajemen Operasional
Manajemen operasional ini merupakan jenjang terendah dalam piramida. Tugasnya menyangkut pelaksanaan rencana yang dibuat oleh para manajer madya.



LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN

§  Gerakan Manajemen Ilmiah

Sejak pemunculan bukunya tahun 1911, Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Buku yang diterbitkan berjudul The Principles of Scientific Manajemen. Dalam bukunya, Taylor mengemukakan beberapa prinsip manajemen ilmiah untuk melakukan pekerjaan dengan efisien. Prinsip-prinsip tersebut adalah :

    Prinsip 1  :   Semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan satu cara terbaik untuk menyelesaikannya.
    Prinsip 2  :  Orang yang tepat untuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah.
    Prinsip 3 : Kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan menggaji pemegang jabatan dengan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.
    Prinsip  4 :   Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan


SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN
MANAJEMEN

Dari beberapa sekolah tentang pemikiran manajemen yang muncul, kita akan membahas lima, yaitu : (1) sekolah klasik, (2) sekolah perilaku, (3) sekolah ilmu manajemen, (4) analisis sistem, dan (5) manajemen berdasarkan hasil.


§  Sekolah Klasik (Classical School)

Sekolah klasik telah memberikan saran tentang fungsi-fungsi manajemen primer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.

§  Sekolah Perilaku (Behavioral School)

Sekolah perilaku yang juga disebut leadership, human relations, atau behavioral sciences school of management, telah menjadi populer dalam tahun 1950-an. Sekolah ini memusatkan perhatian pada aspek kemanusiaan dari management dan menekankan kebutuhan bagi para manajer untuk memahami manusia. Para manajer perlu mengetahui bagaimana memotivasi bawahan yang mereka pimpin.

  • Sekolah ilmu manajemen (Management Science School)

Sekolah ilmu manajemen ini melibatkan matematik dan statistik. Ilmu manajemen merupakan suatu pendekatan kuantitatif yang memberikan alat untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis.

  • Analisis Sistem

Analisis system ini berkaitan dengan masalah-masalah yang melibatkan semua komponen secara bersama-sama. Dalam pemasaran, misalnya, mengambil keputusan tentang harga memerlukan pertimbangan menyangkut pengaruh kesan pada produk (product image), penjualan unit, jaringan distribusi, dan seterusnya.
Sistem adalah suatu unit yang dibentuk dari dua atau lebih bagian-bagian independen yang berinteraksi untuk membentuk sebuah organisme fungsi.

  • Manajemen Hasil

Management By Objectives/ MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan. MBO memusatkan perhatian pada hasil, bukan perilaku yang diperlihatkan karyawan.
            Adapun keburukannya dapat disebutkan di sini antara lain :
o   Untuk beberapa tugas, MBO sulit menentukan tujuan yang tepat.
o   MBO hanya akan sukses jika semua pihak mau berpatisipasi.
o   MBO seharusnya tidak dipandang sebagai suatu penyelesaian untuk semua masalah manajemen.
o   Tujuan-tujuan itu seharusnya layak dan mudah diukur.




PERENCANAAN



Perencanaan merupakan fungsi terpenting diantara semua fungsi-fungsi   manajemen yang ada.
Dalam semua kegiatan yang bersifat manajerial untuk mendukung usaha-usaha pencapaian tujuan, fungsi perencanaan haruslah dilakukan terlebih dahulu daripada fungsi-fungsi pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan.


  • Bentuk-bentuk Perencanaan

Seperti diuraikan dimuka, bahwa perencanaan ditetapkan sekarang dan dilaksanakan serta digunakan untuk waktu yang akan dating. Dengan nebdasarkan diri pada pengertian ini, maka perencanaan memiliki bentuk-bentuk berikut :
a.      Tujuan (Objective)
Tujuan merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu diarahkan, dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b.      Kebijakan (Policy)
Kebijakan adalah suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan.
c.       Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat. Oleh karena itu da;am membuat strategi haruslah memperhatikan beberapa faktor seperti : ketepatan waktu, ketepatan tindakan yang akan dilakukan dan sebagainya.
d.      Prosedur
Prosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang.
e.       Aturan (rule)
Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.
f.       Program
Program merupakan campuran anatara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran (budget); semuanya ini akan menciptakan adanya tindakan.

§  Kegunaan Perencanaan
Dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain, perencanaan adalah sangat penting sebab merupakan fungsi dasar bagi fungsi-fungsi tersebut. Adapun kegunaan daripada perencanaan adalah :


a.      Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu mendatang
b.      Mengarahkan perhatian pada tujuan
c.       Memperingan biaya
d.      Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan

§   Langkah-Langkah Penyusunan Perencanaan
         Langkah-langkah yang harus diambil untuk menyusun suatu perencanaan adalah :
a.   Menetapkan Tujuan
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menyusun perencanaan adalah menetapkan tujuan.
b.      Menyusun Anggapan-anggapan (premising)
Langkah kedua yang harus dilakukan dalam dalam menyusun perencanaan adalah menciptakan, mencari kesesuaian penggunaan dan menyebarkan anggapan perencanaan.
c.    Menentukan Berbagai Alternatif Tindakan
               Banyak sekali cara yang dapat ditempuh untuk mencapai suatu tujuan.
d.      Mengadakan Penilaian terhadap Alternatif-alternatif Tindakan yang Sudah          Dipilih
         Dalam langkah keempat ini dilakukan usaha-usaha untuk mencari alternatif mana yang akan memberikan hasil maksimal dengan pengeluaran tertentu. Jadi, di sini berlaku prinsip ekonomi.
e. Mengambil Keputusan
         Setelah diadakan penilaian dengan mengadakan pembandingan serta pertimbangan-pertimbangan yang masak terhadap berbagai alternatif, barulah diambil keputusan tentang alternatif mana yang diharapkan dapat mencapai tujuan.



§ Perencanaan Merupakan Pendekatan yang Rasional

   Dengan berbagai macam langkah yang telah dilakukan untuk menyusun suatu perencanaan, dapatlah dikatakan bahwa perencanaan merupakan suatu proses pendekatan yang rasional untuk waktu yang akan dating. 

§  Jangka Waktu Perencanaan

  Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu :
a.       Perencanaan jangka panjang
b.      Perencanaan jangka menengah
c.       Perencanaan jangka pendek




§  Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan

     Faktor-faktor tersebut ialah :
a.   Sulitnya Mencari Anggapan Secara Teliti
b.      Perubahan yang Sangat Cepat
c.    Kelakuan Internal
   Kelakuan internal merupakan kekauan yang tercipta dan berasal dari dalam organisasi/ perusahaan; dapat berupa : (1) kekakuan psikologis, (2) kekakuan karena adanya prosedur dan kebijkan dan (3) kekakuan sumber daya dan dana.
d.      Kekakuan Eksternal
e.    Waktu dan Biaya


§  Pengambilan Keputusan

a.      Syarat Pengambilan Keputusan
Untuk bertindak ataupun mengambil keputusan secara rasional tersebut membutuhkan beberapa syarat, antara lain :
o   Harus brerusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak terpenuhi tanpa melalui tindakan yang positif.
o   Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai berserta segala kekurangannya.
o   Harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan pernilaian berbagai alternatif sesuai dengan runtutan-runtutan untuk mencapai tujuan.
o   Harus bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuat untuk memilih alternatif yang paling baik.
b.      Alat Pengambilan Keputusan
                                             Untuk mengambil keputusan yang rasional seperti : (1) operation reseaech, (2) teori probabilitas, (3) Linear programming. Selain ketiga macam alat pengambilan keputusan diatas, masih terdapat beberapa teknik yang dipakai untuk memperbaiki kualitas pengambilan keputusan pada keadaan yang sifatnya tidak pasti, tetapi masih berada di dalam batas-batas kewajaran. Alat-alat tersebut adalah:
o   Analisa Risiko
o   Pohon Keputusan (Decision Tree)









PENGORGANISASIAN

§   Pengertian

       Setiap organisasi memiliki tiga komponen pokok, yaitu : personalia, fungsi dan faktor-faktor fisik, yang kesemuannya ini merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
         Ditinjau dari segi prosesnya, pengorganisasian merupakan usaha untuk menyusun komponen-komponen pokok (di atas) sedemikian rupa, sehingga dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan .
Fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan anatara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dapat dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan.
         Hubungan-hubungan yang timbul di dalam organisasi dapat berbentuk : hubungan informal dan hubungan formal.

a.   Hubungan Informal
   Hubungan informal ini lebih banyak menyangkut hubungan manusiawi.
b.      Hubungan Formal
         Hubungan formal merupakan bentuk hubungan yang dilakukan dengan sengaja.
      Dalam hubungan formal terdapat tiga hubungan dasar yaitu:
1)      Tanggung Jawab
Yang dimaksud dengan tanggung jawab adalah kewajiban-kewajiban bagi individu untuk melaksanakan tugas yang telah ditetapkan, dengan cara sebaik mungkin menurut kemampuan serta pengarahan yang diterima.
2)      Wewenang
Yang dimaksud dengan wewenang adalah hak untuk mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan oleh seseorang., juga merupakan hak untuk meminta kepada orang lain melakukan sesuatu.
3)      Pertanggung Jawaban
Aliran pertanggung-jawaban ini merupakan kebalikan dari arus wewenang. Kalau wewenang berasal dari pimpinan, artinya mengalir dari atas ke bawah, maka pertanggung jawaban ini berasal dari bawahan (mengalir dari bawah ke atas )

§ Pola Hubungan antar Komponen Organisasi

               Semua tugas-tugas yang dijalankan diorganisir untuk mencapai tujuan, dalam mana tujuan tersebut merupakan titik tolak proses pengorganisasian. Jadi penentuan tugas-tugas yang hendak di jalankan haruslah didasarkan pada suatu tujuan
         Jadi, antara tujuan, fungsi, tanggung jawab, wewenang, serta pertanggung-jawaban mempunyai hubungan yang erat, dan berkaitan satu dengan lainnya.



§  Rentangan Kekuasaan
       Munculnya rentangan kekuasaan ini disebabkan oleh adanya keterbbatasan pada kemampuan seseorang. Dalam setiap organisasi, rentangan kekuasaan ini harus ditetapkan untuk mengetahui sampai berapa jauh seseorang daapat memimpin dan mengatur sejumlah karyawan dengan efektif dan efisien.
Banyak sedikitnya frekuensi hubungan antara pimpinan dengan bawahan dipengaruhi oleh beberaoa faktor, antara lain :
a.      Latihan dari Bawahan
b.      Pendelegasian Wewenang
c.       Perencanaan
d.      Teknik Komunikasi


§  Dasar-dasar Penggolongan Bagian Di Dalam Organisasi
Pengelompokkan menjadi bagian-bagian di dalam sebuah organisasi dapat di dasarkan pada beberapa faktor berikut ini :

a.      Didasarkan pada Suatu Angka
b.      Didasarkan pada Waktu
c.       Didasarkan pada Fungsi Perusahaan
d.      Didasarkan pada Luas Daerah Operasi
e.       Didasarkan pada Jenis Barang yang Dihasilkan
                          
§   Karakteristik Struktur Organisasi
Bentuk-bentuk struktur organisasi seperti garis dan staf, fungsional serta komite mempunyai cirri-ciri yang berbeda. Namun demikian setiap bentuk struktur organisasi yang baik harus memiliki karakteristik dasar, yaitu :

a.      Keseimbangan dalam Organisasi
Keseimbangan dalam organisasi ini sangat penting mengingat adanya beberapa bagian di dalamnya.
b.      Fleksibel
Flesibilitas merupakan kemampuan dari struktur organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap semua perubahan-perubahan yang terjadi.











PENGARAHAN



§  Prinsip-prinsip Pengarahan

Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan.
Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada benberapa prinsip, yaitu :

a.      Prinsip Mengarah Kepada Tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan Nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan.
b.      Prinsip Keharmonisan Dengan Tujuan
Orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkin tidak persis sama dengan tujuan perusahaan. Mereka menghendaki demikian dengan harapan tidak terjadi penyimpangan yang terlalu besar; dan kebutuhan mereka dapat dijadikan sebagai pelengkap serta harmonis dengan kepentingan perusahaan.
c.       Prinsip Kesatuan Komando
Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk menyatukan arah tujuan dan tanggung jawab para bawahan.

§  Cara-cara Pengarahan
Cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa :

a.      Orientasi
Orientasi merupakan  cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu agar supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik. Orientasi dapat berupa anatara lain :
1)      Tugas itu sendiri.
2)      Tugas lain yang ada hubungannya.
3)      Ruang lingkup tugas.
4)      Tujuan dari tugas.
5)      Delegasi Wewenang.
6)      Cara melaporkan dan cara mengukur prestasi kerja.
7)      Hubungan antara masing-masing tenaga kerja.
8)      Dan sebagainya.



b.      Perintah
Perintah merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada dibawahnya untuk melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu. 
Perintah yang diberikan kepada bawahan dapat berupa :
o   Perintah Umum dan Khusus
o   Perintah Lisan dan Tertulis
o   Perintah Formal dan Informal

d.      Delegasi Wewenang
            Pendelegasian wewenang bersifat lebih umum jika dibandingkan dengan pemberian perintah. Dalam pendelegasian wewenang ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahan.

§  Komunikasi
            Ada beberapa pendapat tentang komunikasi, antara lain dikemukakan oleh American Training Director, Newman dan Kontz
            American Training Director memberikan definisi komunikasi sebagai pertukaran pikiran atau informasi agar supaya terdapat saling pengertian serta hubungan antar manusia-manusia secara serasi. Definisi dari Newman lain lagi. Ia mengemukakan bahwa komunikasi merupakan pertukaran fakta-fakta, gagasan,pendapat dan perasaan oleh dua orang atau lebih.KOntz dan O’donell mengartikan komunikasi sebagai suatu pemindahan informasi antara orang yang satu dengan lainnya.
            Dari definisi-definisi tentang komunikasi tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa :
a.      Di dalam komunikasi terdapat hubungan antara orang dengan orang, orang dengan lembaga dan sebaliknya.
b.      Hubungan yang timbul di dalam komunikasi itu digunakan untuk menyalurkan gagasan, pendapat atau informasi.
c.       Komunikasi berguna untuk menciptakan hubungan yang serasi dan menciptakan saling pengertian.
d.      Untuk mengadakan komunikasi, dapat digunakan kata-kata, surat, kode atau simbol.
Untuk maksud-maksud tersebut perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut :
1.      Komunikasi Harus Jelas
Komunikasi yang jelas dapat dilakukan bilamana dipakai bahasa yang baik, sehingga mudah dimengerti serta tidak disalah tafsirkan oleh sipenerima.
2.      Prinsip Integritas
Komunikasi dapat digunakan untuk memupuk saling pengertian antara masing-masing individu sehingga dapat mencapai serta menjaga adanya suatu kerjasama yang baik.

3.      Prinsip Penggunaan Organisasi Informal
Komunikasi yang efektif dapat dicapai bilamana digunakan organisasi informal sebagai pelengkap saluran organisasi formal yang ada.

§   Motivasi
Motivasi mempunyai dua macam bentuk, yaitu motivasi positif dan motivasi negative.
   a.   Motivasi Positif
      Motivasi positif merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara memberikan penambahan tingkat kepuasan tertentu.
b.   Motivasi Negatif.
      Motivasi negative merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti seseorang untuk melakukan sesuatu secara terpaksa.


PENGKOORDINASIAN

            Koordinasi yang baik dapat dilakukan jika masing-masing indiviudu menyadari dan memahami akan tugas-tugas mereka.

Prinsip-Prinsip Koordinasi
a.       Prinsip Kontak Langsung
Prinsip ini menyatakan bahwa koodinasi harus dicapai melalui hubungan antar manusi baik hubungan secara horizontal maupun vertical. Dalam hubungan langsung tersebut dapat terjadi pertukaran gagasan, pendapat, harapan, dan sebagainya, cara ini dianggap lebih sempurna dibandingkan dengan cara-cara lainnya. Semua pendapat bisa dikemukakan secara detail sehingga memungkinkan untuk diperolehnya saling pengertian yang mendalam.
b.      Perinsip Penekanan pada pentingnya Koordinasi
Kurang baiknya koordinasi yang ada dapat menimbulkan kesimpangsiuran di dalam organisasi. Selain itu, koordinasi yang baru diadakan kemudian juga dapat menghambat jalannya organisasi. Oleh karena itu koordinasi itu perlu dilakukan sejak membuat perencanaan sampai melaksanakan kebijakan. Jika suatu perencanaan sudah dilaksanakan, maka sulit untuk menarik/mencabutnya kembali. Bilamana pencabutan tersebut berhasil dilakukan, ada kemungkinan bahwa tindakan itu dapat menimbulkan berbagai masalah.
c.       Hubungan balik antara Faktor-faktor yang ada
Masing-masing individu yang bekerja bersama-sama dalam kondisi pekerjaan tertentu, akan saling memberikan pengaruh antara yang satu dengan lainnya. Kondisi, tujuan dan macam pekerjaan yang sama memungkinkan bagi mereka untuk mengadakan hubungan secara rutin, baik di dalam bagian maupun antar bagian. Kerjasama yang baik dapat dilakukan jika masing-masing individu saling memahami tugas-tugas mereka. Oleh karena itu mereka harus membuka kesempatan untuk saling mempertukarkan informasi.
Pelaksanaan Fungsi Koodinasi
Untuk melaksanakan fungsi koordinasi, manajer dapat menempuh dua cara, yaitu :
a.       Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koordinasi.
b.      Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi.

PENGAWASAN

Pengawasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilaksanakan dalam manajemen. Dengan pengawasan dapat diketahui tentang hasil yang telah dicapai. Cara yang dilakukan dalam pengawasan yaitu membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan standart atau rencananya, serta melakukan perbaikan-perbaikan bilamana terjadi penyimpangan. Pengawasan perlu dilakukan pada setiap tahap agar supaya mudah diadakan perbaikan jika terjadi penyimpangan-penyimpangan. Mungkin perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan hanya bersifat sederhana, menyangkut masalah-masalah kecil yang jumlahnya tidak begitu banyak. Dapat pula menyangkut perubahan-perubahan besar, seperi :
a.       Penyusunan kembali rencana baru,
b.      Menetapkan sasaran target baru,
c.       Perubahan struktur organisasi,
d.      Perbaikan cara-cara penerimaan pegawai, dan
e.      Sebagainya.

Langkah-langkah Pengawasan
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan adalah :
a.       Menciptakan Standart
Standart merupakan suatu criteria untuk menguklur hasil pekerjaan yang sudah dilakukan. Standart kuatitatif merupakan suatu standart yang dinyatakan di dalam satuan-satuan tertentu. Sedangkan standart kualitatif dapat berupa pendapat umum, langganan, buruh, dan sebagianya.
b.      Membandingkan Kegiatan yang Dilakukan dengan Standart
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui samapi seberapa jauh adanya penyimpangan yang telah terjadi.
c.       Melakukan Tindakan Koreksi
d.      Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki dan mnyempurnakan segala kegiatan. Urutan-urutan kegiatan yang harus dilaksanakan dalam pengambilan tindakan korekasi ini adalah :
·         Menghayati masalah-masalah yang dihadapi.
·         Mencari kemungkinan-kemungkinan untuk mengatasi atau memperbaiki adanya kesalahan.
·         Mengadakan penilain terhadap berbagai kemungkinan tersebut.
·         Menentukan cara-cara untuk mengadakan koreksi yang paling tepat.
Syarat-syarat Pengawasan yang Baik
a.       Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktivitas).
b.      Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpanan yang terjadi dengan segera.
c.       Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan.
d.      Pengawasan harus obyektif, teliti dan sesuai dengan standart yang digunakan.
e.      Pengawasan harus fleksibel/luwes.
f.        Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi.
g.       Pengawasan harus ekonomis.
h.      Pengawasan harus mudah dimengerti.
i.         Pengawasan  harus diikuti dengan perbaikan/koreksi.


universitas gunadarma

Jumat, 15 Oktober 2010

PERAN BUDAYA DAERAH MEMPERKOKOH KETAHANAN BUDAYA NASIONAL

Universitas GunadarmaPERAN BUDAYA DAERAH MEMPERKOKOH KETAHANAN
BUDAYA NASIONAL










Disusun Oleh :

Nama : Angelia
NPM : 20210784
Kelas : 1 EB 17
MK : Ilmu Budaya Dasar



Program Sarjana Ekonomi Akuntansi
UNIVERSITAS GUNADARMA



Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : M. Burhan Amin

Topik Makalah
Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional

Kelas : 1 EB 17

Dateline Makalah : 16 Oktober 2010
Tanggal Penyerahan/Upload Makalah : 16 Oktober 2010

Pernyataan

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim/pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

Penyusun
NPM Nama Lengkap Tanda Tangan
20210784 Angelia





Program Sarjana Ekonomi Akuntansi
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR


Kami panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,oleh karena rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah Ilmu Budaya Dasar ini.
Selain sebagai tugas,makalah yang kami buat ini bertujuan memberi informasi kepada para pembaca tentang Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa. Pembuatan penulisan dengan materi Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa di harapknan dapat memberikan manfaat serta tambahan pengetahuan dan semangat bagi rekan-rekan mahasiswa serta para pembaca untuk lebih membantu pemerintah dalam upaya memperkokoh ketahanan bangsa melalui budaya daerah yang kita miliki.
Banyak sekali hambatan dalam penyusunan makalah ini baik itu masalah waktu,sarana,dan lain-lain.Oleh sebab itu ,seleainya makalah ini bukan semata karena kemampuan kami ,banyak pihak yang mendukung dan membantu kami.Dalam kesempatan ini ,penyusun mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang telah membantu kami.
Kami harapkan makalah ini nantinya berguna bagi para pembaca.Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kesalahan.Oleh sebab itu,kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan agar kedepannya kami mampu lebih baik lagi.



Bekasi, Oktober 2010

Penyusun


DAFTAR ISI

Judul i
Surat Pernyataan ii
Kata Pengantar iii
Daftar isi iv
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Tujuan 1
Sasaran 2
BAB II PERMASALAHAN
Strenght ( Kekuatan ) 3
Weakness ( Kelemahan ) 4
Opportunity ( Peluang ) 5
Threats ( Tantangan ) 5
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan 7
Rekomendasi 7
Daftar Pustaka 8




BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Banyaknya persoalan latar belakang pembuatan makalah yang berjudul Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional ini adalah di tunjang bahwa Di era globalisasi seperti saat ini, kebudayaan yang di miliki Indonesia sudah sangat beraneka ragam yang perlu kita jaga dan lestarikan Indonesia merupakan negara atau bangsa yang kaya akan seni dan budaya, khususnya seni dan budaya yang bersifat tradisional. Maka tidak menutup kemungkinan pentingnya peranan budaya lokal terhadap bangsa lain yang mempengaruhi citra dan pandangan yang positif dari bangsa Indonesia
Apabila kebudayaan yang ada di indonesi dapat mentransformasi diri sebagai milik bersama dan kebanggaan bersama yang dipangku oleh suatu masyarakat daerah, maka kebudayaan akan dapat berperan untuk meningkatkan ketahanan nasional.
Hal ini menjadi satu kebanggaan sekaligus suatu tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat mempertahankan budaya daerah yang ada di tengah banyaknya pengaruh budaya asing yang dapat merusak budaya daerah. Tugas ini tentunya dikhususkan bagi generasi penerus bangsa yang mulai mengabaikan pentingnya peranan budaya daerah untuk memperkokoh ketahanan budaya nasional. Padahal ketahanan budaya bangsa merupakan salah satu identitas negara di mata Internasional.

Tujuan
Budaya bangsa di Indonesia sangat bermacam, hampir tiap suku mempunyai kebudayaan tersendiri. Mulai dari adat istiadat, tradisi, pakaian adat, rumah adat, makanan khas, dan masih banyak lagi, tiap suku berbeda. Budaya bangsa tercipta dari suatu perbedaan tapi memberi warna tersendiri bagi kebudayaan Indonesia.
Di sekolah – sekolah dan perguruan tinggi kebudayaan diajarkan. Perlu nya agar kebudayaan yang telah tercipta dari para pendahulu kita tidak luntur. Kebudayaan telah membangun jati diri Bangsa Indonesia. Orang – orang yang santun dan ramah tamah tercipta dari kebudayaan daerah yang ada.
Maka mengapa perlunya mempelajari kebudayaan? Agar kita tetap menjadi Bangsa Indonesia yang tak kehilangan jati diri, agar Bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa Indonesia yang kaya akan kebudayaan.

Sasaran
Penulisan makalah ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya para kaum muda untuk tetap mau melestarikan kebudayaan bangsa kita ini. Yang merupakan kekayaan sekaligus merupakan ciri dari bangsa Indonesia sendiri. Serta untuk mengajak masyarakat agar tetap mencegah dari pada terkikisnya budaya bangsa ini oleh kebudayaan-kebudayaan yang kerap meimbulkan masalah-masalah sosial.













BAB II
PERMASALAHAN

Analisis permasalahan peran budaya daerah memperkokoh ketahanan budaya nasional dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun external dilihat dari aspek ;
1. Strenght ( Kekuatan )
a. Peranan budaya daerah sangat berpengaruh untuk membangun ketahanan bangsa Indonesia,karena budaya daerah merupakan kebudayaan yang berasal dari suku bangsa Indonesia yang jumlahnya ratusan,yang pastinya memiliki fungsi memperkokoh kebudayaan Nasional dan mempersatukan berbagai macam keragaman.
b. Selain itu budaya daerah memiliki ciri unik,yang menjadikan bangsa kita dikenal oleh bangsa lain,samapai-sampai berberapa negara didunia mendirikan sebuah sekolah yang mempelajari budaya Indonesia. Ada juga wisatawan asing yang datang langsung ke Indonesia untuk mempelajari kesenian tradisional yang dimiliki Indonesia,Kita sebut saja Bali,Bali adalah suatu pulau yang memiliki keindahan,selain keindahan pulau yang ia miliki,Bali juga memiliki berbagai macam kebudayaan daerah yang menarik dan memiliki ciri unik. Dengan keunikan budaya yang dimiliki Bali,sangat menarik wisatawan asing dari berbaggai penjuru dunia untuk mempelajari kebudayaan Bali sehingga berdampak positif untuk negara salah satunya menambahkan pendapatan devisa negara.
c. Budaya daerah sebagai pembentuk bangsa merupakan poin penting yang tidak dapat dikesampingkan perananya,kebudayaan lokal yang berasal dari berbagai daerah berperan sebagai pembentuk keragaman yang memiliki ciri masing-masing. Budaya daerah tidak hanya menciptakan jati diri yang unik saja,namun juga mencerminkan sikap bangsa yang menghargai perbedaan,dan ini adalah salah satu sifat yang ingin dimiliki oleh bangsa lain didunia.
d. Begitu kaya dan beragamnya kebudayaan yang dimiliki tiap-tiap daerah merupakan sumber kekuatan bagi bangsa ini menjadi bangsa yang besar di kemudian hari. Kekuatan dan keunggulan budaya bangsa sejatinya manifestasi dari tumbuh suburnya budaya-budaya lokal yang terus dipupuk dengan baik.

2. Weakness ( Kelemahan )
a. Begitu banyak kelebihan dan peran serta budaya daerah dalam upaya memperkokoh ketahanan bangsa,namun selain memiliki keunggulan kebudayaan daerah juga memiliki kelemahan dalam memperkokoh ketahanan bangsa.
b. Indonesia adalah negara yang memiliki kebudayaan daerah yang beragam yang berasal dari berbagai macam daerah dan suku,misalnya seperti kesenian budaya dari daerah aceh yaitu Tari Saman,dari Sunda Tari Jaipong,dari Solo Batik,dari Jakarta Lagu Jali-jali,dan masih banyak lagi hasil kesenian budaya lainnya. Dari berbagai macam jenis dan bentuk kesenian budaya yang dimiliki oleh Indonesia banyak sekali kesenian yang di klaim oleh pihak asing,hal ini tidak jauh dari kesalahan masyarakat Indonesia sendiri karena kurangnya peduli dan peran serta pelestarian budaya daerah.
c. Kurangnya kepedulian terhadap kesenian dari masyarakat dan jajaran pemerintah menjadi faktor utama dan kendala dalam pelestarian kebudayaan agar tidak di klaim oleh pihak asing,selain itu masih banyak sekali kesenian-kesenian daerah milik Indonesia yang belum di hak petenkan.
d. Sampai saat ini hanya berberapa kesenian dari budaya daerah saja yang baru di hak patenkan diantaranya kesenian wayang,kerajinan batik,namun ini hanya berberapa contoh saja. Begitu banyak kendala dalam melakukan proses hak paten terhadap suatu kesenian,kendala yang sangat berarti ini salah satunya adalah masih banyaknya kesenian yang belum berhasil didokumentasikan untuk dijadikan bukti sebagai hasil kebudayaan Indonesia hal ini dikarenakan jarangnya kesenian budaya tersebut diperagakan,sehingga sulit untuk didokumentasikan.

3. Opportunity ( Peluang )
a. Apabila budaya daerah dapat dijaga dengan baik, Indonesia akan di pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal. Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya daerah agar dapat memperkokoh budaya bangsa, juga dapat memperkokoh persatuan. Karena adanya saling menghormati antara budaya daerah sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh.
b. Budaya daerah Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan budaya yang mungkin terjadi.
c. Dalam artikelnya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Riau, Dr Junaidi SS MHum, mengatakan bahwa multikulturalisme meberikan peluang bagi kebangkitan etnik dan budaya daerah Indonesia. Dua pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya dan komunikasi antar budaya.
d. Dalam usaha memperkokoh ketahanan budaya hasil kerajinan Batik yang berasal dari Solo sangatlah berpeluang dalam upaya memperkokoh budaya bangsa,karena batik sangatlah cocok untuk mencerminkan nilai-nilai cultural bangsa Indonesia,selain itu batik juga mulai diakui oleh masyarakat Indonesia terutama mancanegara dan yang lebih membanggakan lagi batik menjadi nominasi untuk dikukuhkannya pada daftar warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO ( Badan PBB mengenai pendidikan,ilmu,dan budaya ).

4. Threats ( Tantangan )
a. Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola pikir serta pola hidup masyarakat juga ikut berubah.
b. Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat, kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem asli masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan Maluku dan Irian Jaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan ikan di wilayah adatnya, namun hal ini mulai di lupakan oleh masyarakatnya.
c. Banyak negara-negara lain yang ingin menghak patentak kebudayaan bangsa,karena kurangnya pengorganisasian.
d. Berusaha untuk menciptakan hasil-hasil budaya dan produk-produk dalam negeri yang khas dan lebih baik lagi kualitasnya.



















BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan
Kebudayaan daerah Indonesia adalah semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu segala puncak-puncak dan sari-sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan Indonesia, baik yang ada sejak lama maupun ciptaan baru yang berjiwa nasional. Peranan budaya daerah ini mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa, oleh karena itu Pemerintah Daerah dituntut untuk bergerak lebih aktif melakukan pengelolaan kekayaan budaya, karena budaya tumbuh dan kembang pada ranah masyarakat pendukungnya. Disamping itu, bagi pemerintah pusat, Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat sendiri, dan elemen lainnya haruslah menyokong atas keberlangsungan dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan.
Pengelolaan kekayaan budaya sebetulnya merupakan cara kita bagaimana budaya itu bisa kita pahami, kita lindungi dan lestarikan agar dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa. Hal ini terkait dengan citra, harkat, dan martabat bangsa. Ketika pengelolaan kekayaan budaya dikelola dengan baik, maka akan muncul suatu keterjaminan, kelestarian dan kekokohan akan budaya bangsa kita.

Rekomendasi
Mengembangkan nilai-nilai sejarah yang telah lama ditinggalkan oleh masyarakat pada umumnya, melakukan pembaharuan budaya dan belajar mengembangkan budaya sejak dini, melakukan pengembangan kekayaan kebudayaan, terus berkarya dan belajar berbagai macam kesenian budaya kita. Seperti memgembangkan wayang kulit dan memakai batik, yang sebetulnya batik itu bukan hanya pakaian formal. Justru kita harus bangga terhadap budaya batik yang sudah di kenal di mancanegara dan sudah dipatenkan oleh UNESCO beberapa bulan yang lalu.


DAFTAR PUSTAKA

http://melayuonline.com/ind/news/read/7885/multikulturalisme-peluang-kebangkitan-budaya-lokal
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/08/31/03390590/menakar.kecintaan.budaya.lokal
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

Rabu, 13 Oktober 2010

PEMANFAATAN KOMPUTER DALAM BIDANG KESEHATAN


PEMANFAATAN KOMPUTER DALAM BIDANG KESEHATAN

universitas gunadarma


            Saat ini perkembangan dunia teknologi sangat berkembang pesat terutama dalam dunia IT (Informatic Technology). Perkembangan dunia IT berimbas pada perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Dewasa ini dunia kesehatan modern telah memanfaatkan perkembengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah USG (Ultra sonografi).
            USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz - 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Dalam hal ini yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultrasonik dalam menghancurkan sel-sel atau jaringan “berbahaya” ini kemudian secara luas diterapkan pula untuk penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulcus pepticum (tukak lambung), elephanthiasis (kaki gajah), dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris (nyeri dada).
           Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonik dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal tersebut disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli saraf dari Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonik melalui tulang tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titik-titik berintensitas rendah. Kemudian George Ludwig, ahli fisika Amerika, menyempurnakan alat temuan Dussik.
            Tahun 1949, John Julian Wild, ahli bedah Inggris yang bekerja di Medico Technological Research Institute of Minnesota, berkolaborasi dengan John Reid, seorang teknisi dari National Cancer Institute. Mereka melakukan investigasi terhadap sel-sel kanker dengan alat ultrasonik. Beberapa jenis alat yang dibuat untuk kepentingan investigasi tersebut antara lain B-mode ultrasound, transduser/alat pemindai jenis A-mode transvaginal, dan transrectal. Prinsip alat-alat tersebut mengacu pada sistem radar. Oleh sebab itu mereka kemudian menyebutnya sebagai Tissue Radar Machine (mesin radar untuk deteksi jaringan). Beberapa hasil penelitian lanjutan yang cukup penting dalam bidang obstetri ginekologi antara lain ditemukannya metode penentuan ukuran janin (fetal biometry), teknologi transduser/alat pemindai digital, transduser dua dimensi dan tiga dimensi modern penghasil tampilan gambar jaringan yang lebih fokus, dan penentuan jenis kelamin janin dalam kandungan (Fetal Anatomic Sex Assignment/FASA).
            Teknologi transduser digital sekira tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi ini. Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.

           Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot,  ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah "suara ultra" termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.
           Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.
Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis kedokteran (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari cairan.
            Sonograf ini menunjukkan citra kepala sebuah janin dalam kandungan.
Ultrasonografi medis digunakan dalam:
•    Kardiologi; lihat ekokardiografi
•    Endokrinologi
•    Gastroenterologi
•    Ginaekologi; lihat ultrasonografi gynekologik
•    Obstetrik; lihat ultrasonografi obstetrik
•    Ophthalmologi; lihat ultrasonografi A-scan, ultrasonografi B-scan
•    Urologi
•    Intravascular ultrasound
•    Contrast enhanced ultrasound

Minggu, 10 Oktober 2010

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN

Universitas Gunadarma
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN

Tanggung jawab sosial menunjukkan manajemen tentang pengaruh-pengaruh social di samping juga pengaruh ekonomi dan kleputusan-keputusannya. Ini berlaku bagi semua perusahaan tanap memandang besar, lokasi, atau industrinya. Tanggung jawab social tersebut mencakup hal-hal seperti bidang kesehatan, informasi konsumen, praktek tanpa diskriminasi, dan pemeliharaan lingkungan fisik.

Pengertian Lingkungan Fisik
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarkat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersbut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk aspek-aspek ekonomi, politik, social, etika-hukum, dan ekologi/fisik dan sebagianya. Masing-masing faktor saling menunjang dan saling mempengaruhi.
Perusahaan dalam masyarakat yang Pluralistik
Masyarakat pluralistic adalah kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan. Dalam masyarakat pluralistic, terdapat banyak pusat kekuatan, masing-masing mempunyai sifat mandiri. Hubungan-hubungan yang baik dapat terjadi dengan saling member melalui kompromi, bukannya dengan paksaan. Dalam hal ini, pluralism mencerminkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.
Kesan Negatif Tentang Perusahaan
Kritik terhadap perusahaan tidak hanya terbatas pada pertimbangan ekonomi, moral, etik, dan politik saja, tetapi juga menyangkut lingkungan fisik. Limbah kimia yang berbahaya bagi kehidupan dibuang begitu saja ke sungai. Polusi udara juga menigkat, bahkan belum lama ini di Jakarta telah ditemukan bahwa kandungan karbon monoksida dalam air hujan cukup banyak. Sehingga masyarakat Jakarta dianjurkan untuk tidak menggunakan air hujan untuk air minum.
Usaha-usaha untuk Memperbaiki Kesan Negatif
Untuk memperbaiki kesan-kesan negative dari masyarakat terhadap perusahaan, tentunya perusahaan harus tidak menciptakan masalah-masalah yang negative serta perlu melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat (humas) yang efektif.

LINGKUNGAN FISIK, ENERGI, DAN KONSERVASI

Dari masalah-msalah ekonomi dan social, salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar  adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik. Di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabayasudah dirasakan semakin besarnya polusi udara dan air: bahkan di beberapa bagian kota Yogyakarta yang tidak begitu besar juga dirasakan adanya pencemaran air tanah karena kondisi pemukiman yang berjubel serta pembuangan limbah yang terlalu dekat dengan sumber air.

Ekologi
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :
1.      Semakin meningkatnya jumlah penduduk,
2.      Perkembangan teknologi baru,
3.      Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi.

Macam-macam Polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam di mana kita hidup dan bekerja. Air dan udara yang sebelumnya bersih, sekarang telah tercemar. Masing-masing jenis polusi ini menjadi ancaman bagi lingkungan yang sehat.
Pencemaran Udara
Rata-rata orang menghirup udara sebanyak 35 pon per hari. Jumlah ini merupakan enam kali dari jumalh makanan dan minuman yang dikonsumsi normal. Dalam tahun 1983 Amerika Serikat terdapat 200 juta ton sampah udara dilepas secara bebas. Lebih dari 50 % polusi tersebut berasal dari mesin kendaraan bermotor, 22 % berasala dari pusat-pusat tenaga listrik, dan kira-kira 15 % berasal dari pabrik-pabrik pengolahan. Polusi udara ini menimbulkan dampak negative yang biasanya dikaitkan dengan penyakit jantung dan pernapasan.
Pencemaran Air
Cukup hanya kasus pencemaran air di Indonesia yang berasal dari berbagai macam sumber, seperti lingkungan industry, pemukiman, dan lingkungan pertanian. Padatnya pemukiman di suatu daerah atau kampong, seperti yang terjadi di Yogayakarta, juga dapat menjadi sumber polusi air. Jarak antara air tanah dengan tangki peresapan (pembuangan kotoran) saling berdekatan sehingga bakteri-bakteri dalam tangki peresapan dapat merembes masuk ke sumber air. Air yang mengadung bakteri-bakteri itu tidak baik untuk kesehatan badan jika diminum.

Pencemaran Sampah Awet
Di dunia ini hanya ada tiga macam tempat pembuangan samapah, yaitu bumi, air , dan angkasa. Hal-hal ini berkaitan dengan sampah awt akan selalu menjadi persoalan. Sering samapah awet, seperti kaleng bekas, botol, karet, dan plastic sulit mendapatkan pembuangan, ditanam pun tidak lekas larut dalam tanah. Namun demikian masih ada pihak-pihak yang ternyata sangat membantu dalam mengurangi populasi sampah awt, yaitu para gelandangan pencari kaleng, botol, dan sebagainya yang mendapatkan hasil dengan menjulanya ke pabrik-pabrik pengolahan. Pekerjaan yang diulakuan oleh para pengumpul kaleng itu sebenarnya sudah merupakan tahap awal dari proses pengolahan kembali sampai awet.

Energi dan Konservasi
Di Indonesia sumber energy minyak bumi sudah lama digunakan disamping batu bara dan air. Kemudian muncul penggunaan gas alam yang juga dihasilkan di dalam negri, dan akhir-akhir ini sudah mulai dikembangkan penggunaan sumber energy matahari serta kemungkinan penggunaan tenaga nuklir.

LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPAJAKAN

Alasan-alasan bagi meningkatnya pengeluaran pemerintah
Pemerintah Membiayai pengeluarannya dari hasil pemungutan pajak. Alas an-alasan bagi Pemerintah untuk menaikkan pajak adalah untuk membiayai pengeluaran yang semakin meningkat. Meningkatnya pengeluaran Pemerintah ini merupakan suatu tendensi yang mungkin menyebabkan naiknya laju pertumbuhan utbanisasi, pertambahan penduduk dan permintaan masyarakat, serta pengeluaran biaya untuk pertahanan Negara. Setiap periode pembangunan, pengeluaran-pengeluaran untuk keperluan pertahanan juga semakin meningkat. Apabila Pemerintah dapat menekan pengeluaran ini, maka kebutuhan-kebutuhan lainnya akan lebih banyak terpenuhi.
Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
Apabila pengeluaran Pemerintah lebih besar dari penghasilannya maka akan terjadi defisit. Untuk menutup defisit ini dapatlah dilakukan peminjaman kepada bank-bank. Jumlah uang yang dipinjam dengan cara ini disebut utang Negara. Ada beberpa macam pajak yang dikenakan oleh Pemerintah, antara lain :
a.      Pajak Tidak Langsung
Pajak tidak langsung dapat dikenakan atas barang-barang seperti rokok, tembakau, minuman keras, dan sebagianya, yang dibayar oleh importer, produsen dan pedanga besar. Besarnya pajak ini ditambahkan pada harga barang tersebut pada saat dijual kepada masyarakat. Pajak tersebut dinamakan pajak penjualan (PPn).

b.      Pajak Langsung
Pajak kekayaan adalah termasuk pajak langsung karena langsung dikenakan atau dipungut pada pembayar pajak. Macam pajak lain yang dapat digolongkan sebagai pajak langsung ini adalh pajak pendapatan (PPn), pajak perseroan (PPs), dan pajak deviden.
            Secara keseluruhan penerimaan Pemerintah dapat diperoleh dari :
·         Pemerintahan dalam negeri, meliputi : pajak langsung, pajak tidak langsung, penerimaan minyak, dan pnerimaan bukan pajak. Penerimaan bukan pajak ini meliputi denda-denda, iuran, retribusi, hasil lelang, bagian laba Perusahaan Negara, dan sebagainya.
·         Penerimaan pembangunan, meliputi : bantuan program dan bantuan proyek.
Sedangkan seluruh pengeluaran Pemerintah dapat dikelompokkan ke dalam :
·         Pengeluaran rutin, antara lain berupa : belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah otonom, bunga dan cicilan utang serta pengeluaran lain.
·         Pengeluaran pembangunan
Usaha-usaha meningkatkan kesajahteraan masyarakat melalui pembangunan nasional dilaukan dengan melaksanakan pembangunan sektoral maupun pembangunan regional.

LINGKUNGAN HUKUM

Kebiasaan-kebiasaan, tradisi, peraturan-peraturan, konstitusi dan keputusan-keputusan suatu lemabga merupakan sumber dari system hukum yang berlaku. Kegaitan perusahaan berada di dalam suatu kerangka hukum, sehingga faktor hukum ini mempengaruhi keputusan-keputusan serta transaksi-transaksi dalam perusahaan.
Hukum yang ada di Indonesia dikelompokkan ke dalam : (1) hukum public dan (2) hukum privat.
Hukum Publik
Hukum public ini mengatur masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dan keamanan umu. Aturan-aturan hukum yang dapat dimasukkan sebagai hukum public ini antara lain : hukum tatanegara, hukum tatausaha, dan hukum pidana.
Hukum Privat
Hukum privat merupakan hukum yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Termasuk ke dalam hukum privat adalah hukum perdata dan hukum dagang.

LINGKUNGAN PEMERINTAH

Hubungan antara perusahaan dan pemerintah telah berkembang dari usaha-usaha untuk menggali dan menggunakan sumber-sumber ekonomi, yang ditunjukkan untuk menciptkan kondisi perekonomian yang sehat. Hubungan ini menimbulkan berbagai macam kelompok kegiatan usaha dan akan berpengaruh terhadap perubahan sumber-sumber yang harus digunakan.
Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
Pemerintah telah memberikan bantuan dalam kehidupan perusahaan terutama berupa perlindungan atas kekayaan, pengadaan kontrak dan pemberian paten. Dalam bab ini dibicarakan bantuan langsung yang mendorong segmen-segmen dalam perekonomian. Diharapkan bantuan ini dapat meningkatkan pembangunan. Keuntungan-keuntungan ekonomi juga merupakan alas an bagi pemerintah untuk memberikan bantuan, di samping alas an keamanan dan alasasn- alasan lain.

a.      Bantuan di Bidang Transportasi
Tidak sedikit bantuan Pemerintah di bidang transportasi. Hamper di setiap sector pengangkutan, Pmerintaha banyak memegang peranan. Pada sector perkerataapian, misalnya ; sepenuhnya dikuasai Pemerintah yang diatur oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Sector yang lain seperti angkutan udara, laut, dan darat tidak lepas dari perhatian Pemerintah. Usaha-usaha Pemerintah melalui perusahaan-perusahaannya seperti Garuda Indonesian Airways (GIA) di sector perusahaan udara, PELNI di sector angkutan laut dan DAMRI di sector angkutan darat telah mendorong usaha-usaha baru yang dilakukan oleh swasta; bahkan dapat menimbulkan daya saing yang lebih besar.
b.      Bantuan pada Perusahaan-perusahaan Kecil
Bantuan kepada perusahaan-perusahaan kecil dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu :
-          Bantuan finasial;
-          Bantuan pemberian kontrak; serta
-          Bantuan teknik dan manajemen.
Bantuan financial telah banyak diberikan kepada para pengusaha kecil, lebih dikenal sebutan pengusaha golongan ekonomi lemah, terutama pengusaha pribumi melalui lembaga-lembaga keuangan yang ada (bank). Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk kredit (Kredit Investasi Kecil, Kredit Modal Kerja Permanen dan Kredit Candak Kulak) dengan tingkat bunga rendah.
c.       Bantuan di Bidang Komunikasi
Bidang komunikasi yang meliputi kegiatan-kegiatan siaran radio, televise, telpon, dan sebagainya hamper seluruhnya dikuasai dan diatur oleh pemrintah. Bidang komunikasi ini juga didukung dengan usaha-usaha pengembangan ruang angkasa seperti penggunaan satelit. Usaha-usaha semacam ini sangat mendorong majunya usaha di bidang komunikasi.



LINGKUNGAN INTERNASIONAL

Lingkungan interbasional ini merupakan suatu konsep keseluruhan yang luas meliputi kegiatan dan masalah perkonomian dunia. Keadaan perkonomian nasional menjadi saling terpengaruh dan saling tergantung pada masalah-masalah internasional.
Neraca Pembayaran Internasional
Keadaan perekonomian internasional beberapa Negara ditunjukkan dalam  neraca pembayarannya. Neraca pembayaran ini menggambarkan transaksi-transaksi internasional, yaitu jumlah utang Negara X kepada Negara Y dan jumalh utang Negara Y kepada Negara X. suatu konsep penting yang berhubungan dengan neraca pembayaran adalah neraca perdagangan.
Perusahaan-perusahaan Multinasional (Multinational Corporation)
Perusahaan-perusahaan Multinasional kebanyakan berasal dari Negara-negara Eropa, Amerika, dan Jepang. Pasar yang dikuasainya meliputi beberpa Negara selain negaranya sendiri.
Kegiatan-kegiatan Multinasional
Perusahaan-perusahaan Multinasional bertujuan memasarkan barang hasil produksinya tidak hanya ke satu Negara saja, tetapi juga ke negara-negara lain. Pengusaha-pengusaha Multinasional beroperasi di suatu Negara untuk mengembangkan pasarnya secara ekonomis dan berusaha memanfaatkan keadaan politik yang menguntungkan. Masuknya perusahaan-perusahaan Multinasional ke Indonesia ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 tahun 1967 yang kemudian disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing (PMA).
Ciri-ciri Perusahaan Multinasional
PBB dalam laporan tahunan 1973 mendefinisikan Perusahaan Multinasional sebagai suatu perusahaan yang kegiatan pokoknya meliputi usaha-usaha pengolahan/manufaktur atau pemebrian jasa dalam sedikitnya dua Negara. Sebagian besar dari penanaman modal asing di Negara-negara sedang berkembang diusahakan di bidang sumber daya alam, sisanya di bidang pengolahan, pedaganagn, prasarana, transport, perbankan, turisme, dan jasa-jasa lainnya.
Kebaikan dan Keburukan Perusahaan Multinasional
a.       Kebaikan Perusahaan Multinasional :
-          Menambah devisa Negara melalui penanaman modal di bidang ekspor.
-          Mengurangi kebutuhan devisa untuk impor di sector industry.
-          Menambah pendapatan Negara berupa pajak-pajak dan royalty dari perusahaan-perusahaan tersebut.
-          Menambah kesempatan kerja dengan membuka lapangan kerja baru.
-          Meningkatkan taraf hidup karyawan dengan memberikan gaji lebih tinggi.
-          Meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi tenaga kerjanya, sebab perusahaan tersebut memiliki superioritas dalam bidang manajemen dan teknologi.
-          Memodrnisasi industry.
-          Menambah arus barang karena meningkatnya produksi nasional yang didukung oleh perusahaan tersebut.
-          Memperluas pasar faktor-faktor produksi dalam negri, seperti : bahan baku, tenaga kerja, dan sebagianya.
-          Ikut mendukung pembangunan nasional.

b.      Keburukan Perusahaan Multinasional :
-          Makin banyaknya Perusahaan Multinasional yang didirikan dapat mempengaruhi kekuasaan ekonomi Negara. Tetapi jika jumlahnya sedikit, maka arti kuatitatifnya tidak banyak.
-          Perusahaan-perusahaan Multinasional tersebut memperoleh hasil berupa. :
o   Keuntungan yang akan dialihkan ke luar negeri kepada pemegang sahamnya.
o   Penyusutan/depresiasi, dalam praktek sering digunakan untuk menyembunyikan keuntungan-keuntungan agar tidak terkena pajak.
o   Kebutuhan akan bahan baku dan barang modal harus didatangkan dari Luar Negeri yang dalam pelaksanaannya Pemerintah harus menyediakan fasilitasnya.
o   Perusahaan Multinasional berhak menarik kembali modalnya sewaktu-waktu. Keadaan seperti ini dapat memberikan akibat yang kurang menguntungkan dalam neraca pemabayarannya.
-          Dapat merusak kehidupan politik dan ekonomi Negara.
-          Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan memperbesar modal.
Lembaga-lembaga yang Membantu Perdagangan Internasional
a.      Export and Import Commission House
Mrupakan wakil-wakil dari pembeli. Export Commission House menerima pesanan dari pembeli-pembeli di luar negeri, kemudian memenuhi pesanan tersebut dan menyelesaikan masalah-masalah pengeksporan, serta menerima komisi atas dasar nilai barang yang diekspor. Sedangkan Import Commission House melakukan hal yang serupa bagi pembeli-pembeli di dalam negeri.
b.      Merchant Exporters and Importers
Tidak seperti Commission House, Merchant Exporters and Importers memperoleh penghasilan dari hasil keuntungan dalam perdaganagn, jadi bukannya komisi. Mereka membeli barang-barang dalam negeri dan menjualnya kembali ke luara negeri, atau membeli barang-barang di luar dan menjualnya kembali di dalam negeri.
c.       Manufacturer’s Export Agents
Export agents bertindak sebagai departemen/bagian ekspor dari sebuah perusahaan/produsen atau sekelompok perusahaan. Hubungan mereka dengan perusahaan biasanya bersifat permanen dan ditetapkan dengan suatu kontrak.



d.      Export and Import Brokers
Makelar (broker) dalam kegiatan ekpor-impor berusaha mempertemukan pembeli dan penjual bersama-sama. Atas jerih payahnya mereka mendapatkan komisi dari transaksi yang terjadi. Barang-barang yang ditawarkan biasanya berupa gula, kapas, beras, dan barang lain yang serupa.
Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia
Setiap tahun sejak 1969 keadaan ekspor Indonesia secara keseluruhan mengalami perkembangan yang positif dalam nilai dollar. Tetapi mulai periode 1981/1982 keadaan ekspor ini mulai mengalami fluktuasi. Pada dasarnya barang-barang yang diekspor dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yakni barang-barang selain migas (minyak dan gas).
Barang-barang yang termasuk kategori buka minyak dikelompokkan lagi menjadi :
a.       Golongan barang utama, terdiri dari : kayu, karet, timah, minyak kelapa sawit, kopi, tembakau, the, dan biji kelapa sawit.
b.      Golongan barang lain, terdiri dari : hewan beserta hasilnya, lada, bungkil kopra, kopra, bahan makanan, barang tambang, dan lain-lain.
Impor yang dilakukan oleh Indonesia selama ini meliputi tiga macam golongan banarang, yakni :
a.       Barang konsumsi, terdiri dari : beras, tepung terigu, tekstil, dan lain sebaginya.
b.      Bahan baku dan penolong, terdiri dari : cengkeh, bahan kimia, hasil dan preparat kimia, bahan cat, pupuk, kertas, benang tenun, cambric dan shirting, bahan bangunan, dan lain sebagainya.
c.       Barang modal terdiri dari : mesing-mesin, generator listrik, alat telekomunikasi, dan lain sebagainya.